Gunung Tujuh Rupa yang Dilintasi

Gunung Tujuh Rupa yang Dilintasi - Gunung Tujuh Rupa yang Dilintasi

Gunung Tujuh Rupa yang Dilintasi Tiga Sungai di Sambas

Gunung Tujuh Rupa yang Dilintasi Tiga Sungai di Sambas – Gunung Senujuh bersiap kembali didatangi pendaki setelah pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kalimantan Barat. Medan pendakian cukup terjal dan melalui bongkahan batu atau kayu yang besar.

Gunung Senujuh yang berada di Kabupaten Sambas secara administratif membentang di tiga wilayah desa, yakni; Desa Senujuh, Desa Perigi Limus, dan Desa Semanga. Sebelum pandemi virus corona, Gunung Senujuh selalu ramai didatangi pendaki yang juga sering berkemah di puncaknya.

Ada dua alternatif menuju kaki Gunung Senujuh, yang pertama melalui jalur darat. Namun banyak yang mengatakan medannya cukup sulit. Yang kedua melalui jalur air, yakni melalui aliran Sungai Sambas. Dari Desa Perigin Limus contohnya, hanya butuh menyeberang dengan perahu kecil berdurasi 30 menit saja.

Selanjutnya, dari kaki gunung dan mencapai puncak dengan jalan kaki bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 -2,5 jam, tergantung kemampuan para pendaki. Sayangnya, kelestarian flora dan fauna di Gunung Senujuh juga membuat para pembalak liar berdatangan untuk mencuri kayu dan batu alamnya.

Pencurian kayu dan batu sudah dilarang pemerintah, namun masih ada saja oknum yang melakukannya. Hambali, salah satu warga di Desa Perigi Limus, mengatakan kalau saat ini belum ada pemandu wisata atau penjualan paket wisata ke Gunung Senujuh, walau pendaki tetap ramai berdatangan secara mandiri.

Negara-negara ASEAN sepakat menggunakan media satu pintu terkait penanganan dan perkembangan COVID-19 sekaligus sarana promosi pariwisata, yakni situs visit seasia travel. Gunung ini juga dilintasi tiga aliran sungai, yaitu; Sungai Sambas, Sungai Senujuh, dan Sungai Perigi Piai.

Situs Poker Deposit Pulsa terkait statistik COVID-19, anjuran perjalanan (travel advisory), serta upaya dan hasil positif dari negara-negara ASEAN dalam penanganan COVID-19. Ketika sudah berada di puncak, rasa lelah akan berganti dengan rasa gembira karena bisa menatap pemandangan asri serba hijau di sekitar gunung.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, Kartika Candra Negara sebagai Head of Delegation Indonesia pada ‘Special Video Conference Meeting of ASEAN Tourism Communication Team (ATCCT) on Corona virus Disease 2019 (COVID-19)’ yang berlangsung secara daring pada Kamis menjelaskan.

Fokus komunikasi krisis seluruh ASEAN Member States (AMS) saat ini adalah mengembalikan kepercayaan wisatawan terhadap kualitas kebersihan, kesehatan, dan keamanan destinasi wisata ASEAN pascapandemi.

“Paket wisata untuk ke sana belum ada. Saat ini pemerintah desa kami tengah membuat jalan setapak untuk menuju kaki gunung dari sungai,” katanya seperti yang dikutip dari Antara pada Senin.

Fokus komunikasi krisis seluruh ASEAN

Selain mendaki dan berkemah, ia mengatakan kegiatan memancing udang di sungai sekitar gunung juga tak kalah menarik. “Memancing udang sudah banyak dilakukan. Selanjutnya mungkin perlu dibuat paket wisata untuk pengamatan fauna,” katanya.

Hambali berharap Gunung Senujuh bisa kembali ramai pendaki pascapandemi, karena menurutnya wisata alam merupakan obat manjur pelepas stres setelah berminggu-minggu terkurung di dalam rumah selama PSBB diberlakukan.

Ada cerita rakyat mengenai nama Gunung Senujuh. Senujuh berupa singkatan satu gunung tujuh, karena gunung ini dipercaya menampakkan tujuh rupa dan bentuk berbeda jika dilihat dari berbagai sisi.

Sementara Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf Agustini Rahayu selaku Focal Point Crisis Communication menyampaikan bahwa Indonesia dalam penanganan COVID-19 di sektor pariwisata berpedoman pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan.

Yakni melakukan analisis dampak krisis, memberikan layanan informasi dan layanan bagi wisatawan serta sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif, yang di antaranya memaksimalkan teknologi digital termasuk pemanfaatan media sosial dan media digital.

“Pemerintah Indonesia menyediakan situs covid19.go.id yang dikelola oleh Gugus Tugas Nasional sebagai sumber resmi data COVID-19 Indonesia.

Sedangkan untuk perkembangan penanganan COVID-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyediakan microsite pedulicovid19.kemenparekraf.go.id,” kata Agustini Rahayu.

“Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat maupun wisatawan terkait perkembangan penanganan COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata dia.

Sebagai tambahan, Kepala Biro Komunikasi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk berbagai sektor dan Health Care Card versi manual dan elektronik untuk wisatawan.

Sesuai mekanisme rotasi, Chairman ATCCT untuk periode 2020 adalah Kamboja dengan Co-Chair Indonesia. Salah satu fokus kerja ATCCT selanjutnya adalah optimalisasi situs visitseasia.travel sebagai informasi satu pintu penanganan COVID-19 dan promosi pariwisata negara anggota ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *