3 Alasan Kamu Gak Boleh Terburu-buru saat Menulis, Santai Saja!

5 Alasan Kamu Gak Boleh Terburu buru saat Menulis Santai Saja 735x400 - 3 Alasan Kamu Gak Boleh Terburu-buru saat Menulis, Santai Saja!

3 Alasan Kamu Gak Boleh Terburu-buru saat Menulis, Santai Saja!

Di lansir dari twohearts-camping.com, dalam melakukan berbagai hal di kehidupan ini, kita memang di tuntut untuk bisa mengerahkan kemampuan terbaik kita terhadap sebuah pekerjaan. Gak bisa asal-asalan karena semuanya memerlukan perencanaan yang matang. Mengerjakannya pun tidak boleh terlalu lambat apalagi terlalu cepat alias terburu-buru.

Begitupun dengan menulis. Di kutip dari Daftar Club388, kalau kamu masih sering melakukan kegiatan yang satu ini dengan terburu-buru, maka jangan heran kalau pada akhirnya kamu akan menemui lima dampak buruk seperti yang ada dalam penjelasan di bawah. Penasaran apa sajakah itu? Simak baik-baik, ya!

1. Bikin tulisanmu jadi gak berkualitas

Alasan pertama kenapa kamu gak boleh terburu-buru saat menulis adalah karena hasil akhirnya nanti, bakal membuat tulisanmu jadi kurang berkualitas. Hal itu bisa terjadi salah satunya karena kamu memilih topik tulisan yang sudah terlalu sering di bahas orang lain.

Kalau isi tulisannya unik dan beda dari yang lain, mungkin pembaca akan senang membaca tulisanmu. Tapi kalau isinya terlalu mudah di tebak, bisa jadi pembaca bakal cabut duluan sebelum sampai di poin terakhir pembahasan.

2. Kamu jadi melewatkan poin penting yang harusnya ada di dalam karya tulismu

Karena enggan menyisihkan waktu untuk rehat sejenak, kamu jadi melewatkan poin penting yang harusnya kamu tulis di dalam karyamu. Padahal, poin penting ini yang harusnya kamu sampaikan pada pembacamu. Tapi karena terlalu tergesa-gesa saat menulis, pembaca jadi gak maksimal menangkap pesan yang harusnya bisa mereka dapat dari tulisanmu.

3. Rentan melakukan kesalahan penulisan

Kesalahan penulisan gak cuma typo atau salah ketik saja, lho. Kesalahan penulisan tanda baca juga bisa terjadi kalau kamu terlalu terburu-buru saat menulis. Misalnya, di akhir kalimat perintah yang harusnya di tulis memakai tanda seru (!), tapi kamunya malah memberi tanda titik (.) saja.

Atau kamu lupa menyisipkan tanda koma (,) pada karya tulismu. Tentunya, pembaca bakal jadi kesusahan saat membaca tulisanmu, karena kamu tidak memberi jeda antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya.