Intip Bukit Lawang, Tempat Bule Terjebak dengan Orang Utan

Intip Bukit Lawang, Tempat Bule Terjebak

Intip Bukit Lawang, Tempat Bule Terjebak dengan Orang Utan

Intip Bukit Lawang, Tempat Bule Terjebak dengan Orang Utan Dua turis Inggris terjebak di Bukit Lawang, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara. Masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, kawasan itu adalah rumah orang utan.

Kisah itu dialami oleh Jeff Yip (37) dan Zuzana Barancova (36). Mereka tidak bisa meninggalkan Indonesia dikarenakan penerbangan di bulan April dibatalkan gegara pandemi virus Corona.

Bukannya cemas karena penerbangan dibatalkan, mereka justru bergembira bisa tinggal lebih lama di Bukit Lawang. Mereka bilang tinggal di surga selama di sana. salah satu pengalaman paling berkesan bagi Yip dan Barancova adalah saat diundang untuk turut merayakan lebaran.

Tak hanya ramah masyarakatnya, Bukit Lawang memang memiliki daya pikat hutan tropis yang menjadi tempat tinggal orang utan. Di situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser dituliskan berdasarkan peta tutupan lahan, lebih dari 90% tutupan lahan di Bukit Lawang masih berupa hutan primer.

“Kawasan itu merupakan habitat dan daerah jelajah orang utan Sumatera yang menjadi ikon kunjungan wisata ke Bukit Lawang. Itu juga yang menjadi aktivitas utama wisatawan, melihat langsung orang utan,” ungkap Fitriana Saragih, Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, yang dihubungi detikTravel, Jumat (19/6/2020).

Kawasan Bukit Lawang adalah habitat alami dari berbagai macam jenis satwa liar yang memiliki wilayah jelajah tertentu. Kawasan ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat banyak, sebagian besar merupakan hutan hujan tropis mulai dari hutan primer Dipterocarpaceae dan hutan primer campuran.

Kawasan tersebut secara umum didominasi oleh tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae, Meliaceae, Burseracea, Euphorbiacae, dan Myrtaceae. Pohon-pohon besar dengan diameter di atas 1 meter (di antaranya adalah pohon kayu jeni damar, meranti, dan kayu raja) masih didapatkan pada jalur-jalur yang relatif mudah dicapai.

Selain itu, Bukit Lawang memiliki tiga spesies primata, yakni orang utan Sumatera (Pongo pygmaeus abelli), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan kedih (Prisbytis sp.). Juga ada, siamang (Hylobates syndactilus), white handed gibbon (Hylobates lar), dan beruk (Macaca nemestrina). Fauna lainnya adalah burung rangkong (Buceros rhinoceros), srigunting batu (Dicrurus paradiceus), elang (Haliartus sp).

“Kata-rata harian pengunjung Bukit Lawang berdasarkan data 2019 adalah 54 orang,” ungkap Fitri.

“Sementara itu, terkait paket wisata yang buat dari agen perjalanan, kalau Taman Nasional Gunung Leuser hanya tarif PNBP tiket masuk dan canopy trail,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *